APICTA 2008 – Jakarta – 12-15 Nopember 2008

img_0700

img_0684

Akhirnya selesai sudah perjuanganku untuk membawa nama Indonesia dalam pertarungan lomba Software tingkat Asia Pacific yang tahun ini diselenggarakan di Jakarta tanggal 13 Nopember 2008 minggu yang lalu, dengan peserta sebanyak 145 team dari 11 economies, maka APICTA kali ini terpaksa harus tidak bisa diikuti oleh Australia karena mereka tidak jadi berangkat akibat adanya travel warning dari pemerintah Australia agar warganya tidak berkunjung ke Indonesia terkait dengan ketakutan adanya tindakan balasan dari kelompok Amrozi yang dieksekusi pada tanggal 30 Oktober 2008 yang lalu.

Pada kategori E-Government yang saya ikuti, dimana tidak ada satu juri pun yang berasal dari Indonesia yaitu :

1. Dr. Pham Van Sang – Vietnam

2. MallikarachChinge Geethapriya Tillekeratne – Thailand

3. George Lee Wah Sze – Singapore

saya bersaing dengan :

1. Housing Construction Management Enterprises System – Hongkong Housing Authority

2. Providing Broadband Internet to the remote area by using VSAT IP and ADSL, a combined approach – Dong Nai Department of Science and Technology – Vietnam

3. Central Identification and Registration Information System ( CIRIS ) – Singapore Computer System Ltd.

4. Integrated court System ( ICS ) – Serawak Information System Sdn. Bhd – Malaysia

5. National Police Reference System ( NPRS )  – The Crim track Agency – Australia

6. Professional E-Document Management System ( ProDOC ) – Professional MAnagement System Co. Ltd – Thailand

7. Integrated RFID Baggage Reconciliation and Management  System  – Airport Authority Hong  Kong

8. Cyberwatch Center – e Cop Pte Ltd. – Singapore

dan sebagai peserta yang tampil pada urutan ke 9, yaitu kita : yang menampilkan

National Vehicle Tax Database Clearing House using si PAMOR – PT. Digital Sistem Semesta - Indonesia

Memang dari masing-masing tim economie dari berbagai negara yang ikut, sistem yang dilombakan adalah sistem yang sudah berjalan dengan baik di masing-masing negara, bahkan produk dari Airport Authority Hongkong ini merupakan sistem pemilahan bagasi yang sudah diterapkan di lapangan terbang Hongkong untuk mengelola lebih dari 70 juta bagasi penumpang pesawat per tahun, dimana setiap bagasi tidak lagi di berikan tag dari kertas atau stiker seperti biasanya tetapi sebagai gantinya diberikan stiker yang mengandung RFID sehingga proses pemilahan alur pemuatan barang ke pesawat tujuan bisa dengan mudah dikendalikan dengan baik oleh sistem dan untuk mencegah salah kirim  akibat begitu padatnya lalulintas penumpang di bandara hongkong..sehingga layaklah kalau mereka yang akhirnya mendapatkan penghargaan sebagai yang terbaik pada tahun 2008 ini.

Dari 19 anggota tim yang mewakili Indonesia, dimana tim ini sudah diambil dari pemenang di berbagai kejuaraan yang pernah di ikuti oleh tim Indonesia diberbagai event seperti INAICTA 2008, Imagine Cup 2008 – Microsoft – kategori Rural Innovation Achievement Award di Paris, Kejuaraan Design Chip di Jepang, dan beberapa lomba IT lainnya, akhirnya 3 orang team yang berhasil mendapatkan kualifikasi sebagai Winner – XIRCA, SQIVA, dan JBATIK, sedangkan salah satu SMA dari Bali mendapatkan Merit untuk kategori Student Project. Memang dari pada saat ini mereka adalah yang terbaik dari Indonesia dan sudah mendapatkan penghargaan international, seperti XIRCA merupakan 1 anggota dari 7 perusahaan pembuat Chip di dunia. JBATIK mendapatkan penghargaan dari UNESCO – PBB karena kreatifitas mereka dianggap mampu mengkombinasikan antara solusi IT dengan upaya mempertahankan warisan budaya batik dengan menggunakan metode persamaan matematika Fractal – sehingga produk mereka dinamakan Batik Fractal, sedangkan SQIVA adalah perusahaan yang sudah pernah memenangkan MERIT pada APICTA 2006 yang lalu pada kategori Start Up Company, dan sekarang menang untuk kategori E-Logistic and Supply Chain dan sudah memiliki klient diberbagai negara didunia terutama untuk bidang Online Flight Reservation.

Alhamdulillah, pengalaman international seperti ini sangatlah berarti bagi saya maupun tim, karena bagaimana kita harus bisa mengolah ide kita yang mungkin sudah sebagus apapun, namun harus bisa dimengerti oleh para juri international hanya dalam waktu 5 menit pertama ( moment of truth ), dan maksimal presentasi 15 menit, dan ditambah dengan 5 menit tanya-jawab, jadi sebetulnya selain dari kualitas produk yang mestinya sudah bagus karena mewakili masing-masing negara, maka presentation skill maupun pengemasan produk akan menjadi kunci keberhasilan dalam pertandingan software sekelas APICTA…siapa mau ikut tahun depan APICTA 2009 akan diadakan di Australia.

Selamat untuk teman-teman yang telah mendapatkan penghargaan terbaik di APICTA 2008, kita harus terus membangkitkan upaya pengembangan perusahaan IT di Indonesia berskala International di masa depan, dan terima kasih atas dukungan dan bantuan dari para pakar IT Indonesia dengan bootcamp dan berbagai pelatihan yang telah diberikan oleh Dr. Richard Mengko, Prof. Dr. Eko Indrajit, Dr. Eko Budiharjo, pak Richard Kartawijaya, pak Jarot Subiantoro, pak Bambang – Dirjen pengembangan Telematika Kominfo, pak Didik Partono Rudiarto – INIXINDO,  sesepuh APICTA pak Hidayat – dan lain-lain.

Dalam APICTA 2008 kali ini, Malaysia dan Pakistan juga termasuk negara yang memborong piala prestisius ini.

sebagai referensi lihat : Detik.com, CIO Pakistan , Kompas,

Tulisan ini dipublikasikan di Konsep Bisnis Konsultan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s