Student Athlete – Deteksi Basketball League

Kita terhenyak menyaksikan betapa Azrul Ananda – salah satu Putera Mahkota pak Dahlan Iskan dengan Deteksi Basketball League menjadi fenomena bangkitnya Olahraga terutama Olahraga Basket dikalangan pelajar yang bisa diselenggarakan dengan begitu meriahnya dan bisa berjalan secara profesional layaknya sebuah kejuaraan olahraga profesional bahkan akhirnya bisa menggandeng NBA – salah satu tontonan olahraga yang sudah menjadi industri olahraga beromset milyaran dollar.  Saya menyatakan salut kepada mas Azrul pada usianya yang relatif masih muda bisa melakukan kombinasi dari berbagai hal secara maksimal.

Mereka yang bergerak dalam bidang olahraga menurut saya mestinya paham, tidak gampang mengelola kejuaraan yang berskala nasional dengan peserta begitu banyak dari berbagai sekolah yang ada tersebar di beberapa propinsi secara bersamaan, sekaligus bisa diliput dan dihadiri oleh begitu banyak peserta dan penonton, melibatkan berbagai sponsor yang berkelas, serta tak kepalang tanggung membikin gedung basket sendiri….luar biasa…

Ini adalah gambaran dari profil anak-anak muda yang kadang-kadang langkahnya bisa saja tidak sesuai dengan ritme mereka yang lebih senior, tetapi apapun yang terjadi, bagi saya konsep student athlete adalah sesuatu yang harus didukung….tidak mudah melakukan kegiatan olahraga yang begitu mengasyikkan bagi anak-anak muda kelas sekolah menengah tetapi tetap harus menjunjung tinggi nilai akademik di sekolah, bahkan bagi beberapa pelatih, apalagi dengan adanya UU Olahraga seolah ketinggalan pelajaran akademik adalah resiko biasa yang harus dihadapi oleh seorang atlit sekaligus siswa sekolah menengah..karena untuk menjadi atlit yang baik itu perlu waktu yang panjang sejak dini yang kalau terlambat akan susah mencapai golden age-nya, dan harapannya bahwa dari hasil berolahraga yang seringkali mendatangkan apresiasi uang yang lumayan tinggi untuk anak-anak seusianya, bayangkan dapat Rp. 100 juta legal untuk satu pertandingan sekelas PON, itu kalau satu kalau dapat 5 emas bagaimana = Rp. 500 juta untuk satu tahapan pertandingan 4 tahun sekali, berarti kalau dibagi 4 tahun maka seorang atlit berusia belasan sama dengan pekerja dengan pendapatan lebih dari Rp. 10 juta sebulan, atau bahkan melebihi gaji seorang manager kelas menengah diperusahaan bonafide belum lagi uang saku yang diterima setiap bulan… tetapi apakah benar wilayah akademik tak perlu diperhatikan bagi seorang atlit ?

Mudah-mudahan dengan kekuatan jaringan media Jawa Pos, dan eksposure yang begitu tinggi pada setiap pertandingan, akan memunculkan jaringan perusahaan sekelas Jawa Pos yang memiliki kepedulian begitu tinggi pada satu bidang olahraga seperti Jarum dan Gudang Garam pada bidang Bulutangkis, dan bidang olahraga lainnya sehingga nantinya bisa diciptakan para atlit yang tidak saja terjamin kehidupannya pada saat masih bersinar tetapi juga bisa bertahan dari turunnya prestasi seiring dengan pertambahan usia sang atlit tersebut karena prestasi akademik yang juga tidak jelek hingga tahapan minimal perguruan tinggi.

Satu pemikiran pada “Student Athlete – Deteksi Basketball League

  1. three

    salut bwt bang azrul atas suksesnya menyelenggaakan even gede semacam deteksi basketball league. btw utk para pelatihnya sdri gmn yah kompensasinya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s