Awal tahun 2009 yang indah

Tahun 2009 baru saja beranjak dimulai, namun saya merasakan begitu banyak kemudahan yang Allah berikan kepada saya, keluarga saya maupun usaha saya, ditengah-tengah situasi global maupun lokal yang begitu mengenaskan, mudah-mudahan segala kemudahan yang Allah berikan akan bermanfaat bagi banyak orang tidak hanya saya pribadi, karena menjadi tak ada artinya semuanya kalau yang bisa menikmati apa yang kita dapatkan hanyalah diri kita sendiri…

Tanggal 10 Januari 2009 kemarin, tak jauh dari Hari Ulang Tahun anakku yang pertama Idang yang jatuh pada tanggal 3 Januari 2009 yang lalu ( tepat dia berumur 15 tahun dan duduk di kelas IX B – kelas International/bilingual ), dari 5 orang siswa SMP Negeri 6 Surabaya yang diajukan oleh tim guru SMPN 6 Surabaya kepada Wartawan Jawa Pos ( koran terbesar di Indonesia dengan jumlah oplag lebih dari 400 ribu eksemplar per hari  diluar jaringan media JPNN yang sudah meliputi 80 media cetak tersebar di Indonesia dengan RADAR-nya ),  untuk Jawa Pos edisi Metropolis WeekEnd dengan Topik SISWA-SISWI MULTITALENTA SURABAYA, ternyata hanya Idang yang muncul mewakili SMP Negeri 6 sebagai berita yang membanggakan sebagaimana kita bisa baca di bawah ini , dimana pada pengantar topik tersebut disampaikan kata-kata :

SISWA-SISWI MULTITALENTA SURABAYA

Memiliki segudang prestasi akademik itu luar biasa, dan jika prestasi tersebut diiringi prestasi non akademik, itu baru “gila”. Di metropolis ada beberapa siswa yang prestasinya dibidang akademik dan non akademik begitu gila-gilaan.

Merekapun bisa dikategorikan sebagai anak multitalented alias multitalenta



Headline Jawa Pos Metropolis 10-01-2009

idangjawapos1

idangjawapos4

Wildan Lazuardi Fajar, Siswa Multitalenta dari SMP 6

“Kawinkan” Panahan dengan Paduan Suara dan Menggambar

Semua bakat dan hobi Wildan Lazuardi Fajar berawal dari kegiatan mengisi liburan. Namun kini kegiatan pengisi waktu luang tersebut menjadi sebuah aktivitas penuh prestasi. ditulis oleh SITI AISYAH.

Wildan Lazuardi Fajar adalah siswa kelas IX, kelas International, di SMP 6 Surabaya. Tubuhnya kecil, kulitnya putih. Dandanannya tidak neka-neka, biasa saja. Kesahajaan tersebut seolah menutupi berbagai bakatnya yang telah menghasilkan berbagai prestasi.  Selain pintar dalam pelajaran, Wildan adalah seorang Atlit Panahan Junior.

Wildan mengatakan, dirinya tidak berniat sama sekali menjadi atlit panahan. Hobi itu bermula dari keinginannya mengisi libur di akhir pekan saat dia kelas 5 SD. “Kalau tidak ada kegiatan kan bosen. Jadi coba-coba saja diisi dengan ikut kegiatan olahraga. ” Ujarnya. Mengetahui keinginannya, orangtuanyapun merespons. Salah seorang teman orangtuanya yang merupakan atlit panahan menawari Wildan untuk mengikuti latihan panahan tersebut. Lantaran jadwalnya pas, Wildanpun langsung setuju.

Awalnya, Wildan tak menyangka bahwa pelajaran panahan begitu sulit. Tangannya sempat lecet-lecet dan bengkak, Tekniknya masih sering salah dan kurang bagus, anak panahnya kerap meleset. Luka dan kegagalannya itu tak membuatnya patah semangat, Wildan justru kian tertantang.  Anak panah yang dilepaskannya  kian mendekati sasaran. “Saat pertama bisa rasanya senang sekali. Capai latihan  dan lecet-lecetnya terbayar. ” Ujarnya.

Tiga bulan sejak pertama kali latihan, ada kejuaraan panahan antar SD untuk memperebutkan piala Walikota. Iseng-iseng dan untuk menguji kemampuannya, Wildan ikut. Awalnya dia gugup, namun dukungan dari orangtuannya menjadi motivasi tersendiri.  “Mama bilang baca bismillah sebelum melepaskan busur. Sampai sekarang setiap lomba saya tetap melakukannya.” ungkap pria kelahiran 3 Januari 1994 tersebut.

Tak disangka, pengalaman pertamanya mengikuti lomba tersebut berbuah manis, dia mendapatkan dua perunggu. Sejak saat itu satu demi satu medali dan piala dalam kejuaraan panahan diperolehnya. Mulai dari kejuaran tingkat kota, provinsi, maupun nasional dan international.

Salah satu yang membekas dalam ingatannya adalah saat menjadi wakil Indonesia untuk mengikuti kejuaraan 1st Southeast Asia Archery Federation Junior Championship pada 2007 di  Singapura. ” Ini adalah kejuaraan international pertama yang saya ikuti, Rasanya senang sekali bisa bertemu dengan teman atlit panahan dari berbagai negara” tuturnya.  Meski hanya meraih peringkat V Standard Bow Men, putra pasangan Fajar Asikin dan Mila Ekawati ini tidak kecewa. Dia semakin tertantang berlatih agar bisa mengikuti berbagai kejuaraan international lainnya. Sejak saat itu dia telah bertekad menjadi atlit panahan profesional. Mengikuti berbagai perlombaan panahan tersebut membawa keuntungan tersendiri baginya. Dia berhasil masuk ke SMP 6 di kelas SBI dengan jalur prestasi olahraga.  Wildan juga memupus anggapan banyak  orang  bahwa prestasi olahraga sering tak sejalan dengan prestasi akademik.

Sejak SD Wildan hampir selalu jadi juara 1 dikelasnya. Saat masuk kelas international di SMP 6 pun, nilainya bisa dibilang diatas rata-rata.  Dia hanya tidak terlalu bisa bahasa Jawa. Namun standar nilai “rendah” di kelas international ini adalah angka delapan. Untuk meraih semua itu Wildan tidak perlu bersusah-susah les. “Saya tidak mendengarkan ketika guru menerangkan dan diulang lagi ketika dirumah”. Hasilnya cespleng. Dia tidak perlu membuang-buang waktu untuk ikut les. Wildan bisa menggunakan waktunya untuk hal-hal lain. Apalagi sejak masuk SMP 6 kegiatannya bertambah. Salah satunya adalah dia menjadi anggota paduan Suara SMP 6 Spensix Choir. Dengan tim paduan suara itu, dia ikut dalam 1st Asian World Choir Games Asia Pacific, timnya mendapatkan medali Perak.

Seakan kegiatannya belum cukup, Wildan masih menambah kegiatan lainnya, yaitu menggambar. Dia beberapa juara meski ditingkat kota, Selain itu Wildan pernah menjadi Wakil Pemimpin Redaksi Majalah SMP 6 Surabaya – Toxic pada periode 2006-2007.  Dia juga pernah menjadi salah seorang wakil Indonesia dalam Second International Children Festival di China pada tahun 2007.

========================

semoga Idang bisa mengambil hikmah dari liputan media cetak sekelas Jawa Pos ini, karena sebetulnya sekarang ini Idang juga termasuk jago bikin skin getamped maupun sudah mulai punya media blognya sendiri serbasukasuka dan tidak menjadikan dia besar kepala atas prestasinya ini, semoga Allah SWT senantiasa memberkahi dan meridhoi langkah saya sekeluarga. Amien..

Satu pemikiran pada “Awal tahun 2009 yang indah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s